Selasa, 30 Juli 2013

contoh 5

ra globalisasi telah mengubah sikap masyarakat dan pemerintah Indoesia terhadap pendidikan terutama dalam pembelajaran bahasa asing. Bahasa Inggris tidak lagi dilihat sebagai satu-satunya bahasa asing yang penting untuk dipelajari dan dikuasai. Oleh karena itu, muncul kesadaran dan minat yang tinggi dari masyarakat untuk mempelajari bahasa asing di luar bahasa Inggris. Salah satunya adalah bahasa Tionghoa(??) atau sekarang lebih dikenal dengan bahasa Mandarin.

Mempelajari bahasa merupakan hal yang penting bagi perkembangan sosial dan kepribadian seorang individu. Sebagai bahasa yang banyak digunakan dibidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, saat ini bahasa Tionghoa mulai berperan sebagai salah satu bahasa internasional. Di samping berperan sebagai ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, bahasa Tionghoa dapat juga menjadi alat untuk mencapai  tujuan ekonomi-perdagangan, hubungan antar bangsa, sosial-budaya, serta pengembangan karir.

contoh 4

Museum Kartini dibangun pada tanggal 31 Maret 1975, yang diprakarsai oleh Bupati Jepara ke-1 yang bernama Suwarno Joyo Mardoyo, S.H. (1973-1976). Pembangunan museum tersebut didanai dari proyek bantuan presiden Indonesia ke-2, Soeharto.

Museum Kartini diresmikan pada tanggal 21 April 1977 oleh Bupati Jepara waktu itu yakni Sudikto, S.H. (1976-1981). Nama museum ini diambil dari nama pahlawan wanita kelahiran Jepara, pahlawan kemerdekaan sekaligus pejuang emansipasi wanita, Raden Ajeng Kartini.

Museum Kartini terletak di desa Panggang, Kecamatan Kota Jepara. Tepatnya di sebelah utara alun-alun Kabupaten Jepara.

Museum Kartini terbagi menjadi 4 ruangan besar yakni Ruang Kartini, Ruang Sosrokartono, Ruang Jepara Kuno, dan Ruang Kerajinan.

contoh lagi

SEMARANG, lpmedukasi.com – Senin (1/7) LPM Edukasi kembali menggelar kegiatan yang masuk dalam serangkaian Harlah ke 30 tahun di Auditorium 1 Kampus 1 IAIN Walisongo. Kegiatan yang bertajuk Kompetisi Pers Siswa Tingkat SMA dan Sederajat itu pun meriah karena ruang lingkupnya se-Jawa Tengah dan DIY.


Kompetisi yang baru pertama kali dihelat oleh LPM Edukasi ini pun melombakan empat kategori lomba yaitu kategori majalah siswa, bulletin siswa, cyber media dan majalah dinding. Kompetisi yang diikuti 78 peserta dari masing-masing sekolah se-Jateng dan DIY ini berhasil menjaring 15 nominator pada tahap pertama untuk mengikuti grand final dengan konsep presentasi produk dan karya yang telah mereka buat sebelumnya. Dari nominator tersebut dihasilkan satu pemenang dari tiap kategori lomba.
Diberdayakan oleh Blogger.

 

© 2013 mazid. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top